Minggu, 03 April 2011

Menyiasati Keterbatasan Ruang Kelas

Bersyukurlah sekolah yang memiliki ruang-ruang yang cukup besar untuk menampung aktivitas siswanya, namun haruskah sekolah menyerah jika hanya memiliki ruangan yang terbatas?  Sebuah sekolah KB-TK di daerah Percetakan Negara menjawabnya dengan kreatif.

KB-TK Cikal Harapan Percetakan Negara adalah salah satu sekolah yang memilih menerapkan sistem Sentra/Area dalam metode pembelajarannya (tulisan lain mengenai sistem sentra dapat dilihat disini).  Dalam sistem sentra, sekolah/guru menciptakan area-area topikal untuk menampung pengalaman belajar yang sejenis.  KB-TK Cikal Harapan memiliki 5 sentra (maaf jika salah), yaitu (1) Sentra Seni, (2) Sentra Peran, (3) Sentra Persiapan, (4) Sentra Bahan Alam, dan (5) Sentra Balok.

Yang menarik adalah penataan ruang di ruang tempat sentra Peran.  Di dalam sentra peran, siswa dapat diberikan pengalaman untuk berperan menjadi (learning to-be) "manusia" dalam kehidupan sehari-hari, seperti tata cara berpakaian, di meja makan, bertamu, role playing perilaku di kendaraan umum, menjenguk orang sakit, berbicara, presentasi, membersihkan rumah dan kamar, dll.  Idealnya ruang sentra peran ini berukuran cukup luas untuk menampung beragam perlengkapan bermain yang dibutuhkan.  Namun, karena keterbatasan ruang, sekolah kemudian mengambil jalan membagi ruangan sentra peran-nya menjadi 2 secara vertikal dengan jalan membangun sebuah mezanin/panggung pada salah satu sisi ruang kelas sentra peran.  Bagi orang dewasa, mezanin ini memang terlalu pendek, namun bagi anak usia KB-TK tinggi panggung ini mencukupi.

Bagian bawah mezanin digunakan sebagai ruang dapur, ruang makan, ruang tamu, tempat berganti pakaian.  Bagian atas mezanin digunakan sebagai tempat tidur, tempat setrika, tempat perpustakaan mini, tempat bermain rumah-rumahan.
Panggung ini memang hanya membantu mengembangkan ruang kelas sebesar 1,25 kali dari ruangan aslinya, namun memberikan kemungkinan aplikasi permainan yang lebih luas.   Tiang-tiang mezanin, misalnya, dengan bantuan tirai dapat digunakan sebagai bahan/elemen “pembentuk” panggung pertunjukan boneka, panggung pertunjukan/presentasi siswa, TV (siswa menjadi pembaca berita).  Panggung juga dapat berubah menjadi bis, rumah, toko/warung, dlsb.  Panggung dibuat tetap dengan memperhatikan unsur-unsur keamanan seperti pemasangan pagar mika setebal 5mm agar siswa tidak "lolos" dari bagian bawah pagar panggung, dan "mengikat" panggung dengan baud fischer ke dinding.

Apa yang dilakukan KB-TK Cikal Harapan Percetakan Negara adalah solusi kreatif mengatasi keterbatasan ruang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar